Analisis ini bertujuan untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku kacang panjang mentah yang diperlukan oleh Kopdes Merah Putih (sebagai suplier) untuk menyediakan 3.000 porsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
![]() |
| Kacang panjang |
Karena belum ada standar resmi dan rinci yang dipublikasikan secara spesifik untuk gramasi kacang panjang dalam menu MBG, analisis ini menggunakan pedoman gizi umum dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan data simulasi program MBG.
Analisis Kebutuhan Kacang Panjang untuk 3.000 Porsi MBG
Program MBG berpegangan pada prinsip gizi seimbang, yang di Indonesia dipandu oleh konsep "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
Basis Perkiraan yang Digunakan:
Dari data simulasi Badan Gizi Nasional, rata-rata kebutuhan sayuran per porsi adalah:
Rata-rata Kebutuhan Sayuran} = 350 kg : 3.000 porsi= 0,117 kg per porsi
Angka 117 gram ini adalah berat sayur total (sebelum dimasak dan sudah dibersihkan) untuk satu porsi.
2. Penentuan Proporsi Kacang Panjang dalam Menu
Dalam menu MBG, sayuran akan dirotasi atau dicampur. Asumsikan kacang panjang digunakan sebagai komponen utama dalam satu jenis masakan sayuran, misalnya "Tumis Kacang Panjang dan Tempe/Tahu" atau "Sayur Lodeh/Asem" dengan kacang panjang sebagai salah satu bahan utama.
Kita asumsikan kacang panjang mengambil porsi signifikan dari total kebutuhan sayuran 117 gram tersebut.
3. Perhitungan Kebutuhan Total Berat Kotor (Gross Weight)
Untuk menentukan kebutuhan bahan baku yang harus disiapkan Kopdes, kita harus memperhitungkan faktor Bagian yang Dapat Dimakan (BDD).
BDD Kacang Panjang: Umumnya 88-100\% (tergantung cara pembersihan). Kita ambil asumsi konservatif bahwa BDD = 90\% (artinya 10\% adalah ujung, tangkai, atau bagian yang dibuang saat pemotongan).
Perhitungan Total Kebutuhan (3.000 Porsi)
A. Skenario Konservatif (35,1 gram per porsi):
Berat Kotor per Porsi:
35,1 gram : 0,90 = 39 gram
Kebutuhan Total (3.000 porsi):
39 gram x 3000 porsi = 117.000 gram
B. Skenario Moderat/Dominan (58,5 gram per porsi):
- Berat Kotor per Porsi: 58,5 gram:0,90 = 65 gram
- Kebutuhan Total (3.000 porsi): 65 gram x 3.000 porsi = 195.000 gram
Moderat/dominan = 58,5 gram per porsi
Implikasi Logistik dan Suplai bagi Kopdes:
Tantangan Volume: Meskipun 117 kg hingga 195 kg terdengar besar, volume ini relatif kecil untuk skala panen dan distribusi grosir harian. Kopdes akan perlu mengkonsolidasikan hasil panen dari beberapa petani anggotanya setiap hari untuk mencapai volume ini secara konsisten.
Standar Kualitas: Kacang panjang adalah komoditas segar yang mudah rusak. Kopdes harus menjamin kacang panjang yang disuplai memiliki kualitas prima (panjang, tidak layu, tidak berlubang/berulat) untuk meminimalkan waste (kerusakan) dan memaksimalkan BDD.
Keteraturan Pasokan: Kebutuhan ini bersifat harian. Kopdes harus memiliki jadwal panen yang terstruktur dan sistem penyimpanan yang baik (jika ada cold storage atau pendingin) untuk menjaga kesegaran sebelum didistribusikan ke dapur MBG/SPPG.
Fluktuasi Harga: Kopdes harus mampu menyerap fluktuasi harga di tingkat petani, memastikan harga yang ditetapkan ke MBG tetap stabil dan kompetitif, namun tetap menguntungkan petani.
Kesimpulan Akhir: Untuk 3.000 porsi MBG dengan menu yang menjadikan kacang panjang sebagai sayuran dominan, Kopdes Merah Putih harus mampu menyuplai kacang panjang segar dengan volume 195 kg (dua kuintal kurang lima kilogram) per hari.

Komentar