Sepatuku Dan Sepenggal Cerita Piknik

Kaliurang...aku datang. Begitu kira-kira seruan yang aku ucapkan, meski hanya dalam hati. Dengan menyewa sebuah minibus, aku dan rombongan yang terdiri dari teman-teman satu komunitas akhirnya tiba di lokasi wisata terkena di wilayah Jogjakarta. Gerimis tipis menambah suasana menjadi lebih dingin, menurutku. Aku mengatakan itu karena aku tidak tahu apa yang ada dalam benak teman-temanku, masing-masing. Yang aku lihat, mereka tampak gembira. Hanya beberapa teman laki-laki yang terlihat sibuk mengangkut barang-barang tanpa banyak bicara. Sungguh, toh tidak mengurangi keramaian karena mix vokal teman-teman perempuan.

Sebelum cerita ini dilanjutkan, aku akan menyampaikan tentang sejarah sepatu yang mengiringi cerita ini terlebih dahulu. Ceritanya beberapa waktu sebelumnya aku berkunjung menemui temanku yang lama tidak bertemu. Dia tinggal di kota yang berbeda dengan kota tempatku tinggal. Di tempatnya tinggal, dia membuka usaha sepatu dan sandal yang memang sudah ia tekuni selepas SMA. Disana usahanya semakin maju. Tidak heran karena aku mengenalnya sebagai pribadi yang ulet dan tekun. Bahkan kegigihannya sudah nampak sejak ia masih sekolah di SMA. Hanya, mungkin, dulu teknologi dan informasi belum sehebat sekarang. Yang jelas belum ada WhatsApp, Facebook pun belum setenar sekarang, dan belum tentu buka FB sebulan sekali. Singkat cerita ketika aku pamit pulang, aku dikasih sepasang sepatu, model kesukaanku. Dan...akupun pulang dengan membawa bungkusan sepatu. Aku juga diberitahu tempat beli sepatu online di www.bukupanahku.com
 Kembali ke cerita piknik, kami satu rombongan menyewa sebuah rumah penginapan. Setelah segala sesuatunya dirasa "rapi", termasuk barang bawaan telah pindah tempat simpan, di penginapan, sebagian dari kami ada yang mandi dan selebihnya duduk-duduk santai dan beberapa teman perempuan sudah sibuk memasak air dan keperluan perut lainnya.

Tiba malam harinya, kami berkumpul di ruang keluarga. Kebetulan sekali rumah penginapan yang kami sewa memiliki ruang keluarga yang cukup luas. Bangunan rumah terdiri atas dua lantai, 1 kamar tidur ukuran memanjang di lantai 1, dan 2 kamar tidur ukuran 4x4 meter di lantai 2. Ruang keluarga berada di lantai 2, ada veranda yang cukup lapang juga. Dapur dan ruang do'a berada di lantai 2. Masing-masing lantai, baik lantai 1 maupun lantai 2 memiliki kamar mandi. Kira-kira seperti ini bentuk bangunannya, (maaf bukan file arsitek).

Sekitar tengah malam kami sudah beristirahat, tidur. Keesokan harinya ada acara coba Jeep Adventure di kaki gunung merapi. Setelahnya kami menikmati taman lampion siang hari, biasa, karena sepi jadi terlihat lapang dan lengang. Keadaan seperti itu membuat kami bebas berlarian ataupun mainan lain. Tapi karena sepatu yang aku pakai bukanlah sepatu sport, tetapi sepatu kulit kasual model tali, membuatku lebih lamban bergerak dari biasanya.

Pada saat berlarian itulah entah karena tali sepatu tidak aku ikat sebagaimana mestinya, agak longgar, maka sepatu yang sebelah kiri lepas dan tercebur ke selokan yang agak dalam dan ada airnya juga.

Kok...jadinya aku mentok ide yang menarik untuk cerita ini ya....
Ada yang kasih masukan atau barangkali bisa jadi inspirasi, ide, untuk disisipkan di cerita yang sobat sedang tulis, silahkan, tentu dengan modifikasi agar terbaca lebih baik sesuai gaya penulisan masing-masing. Semoga sobat yang hobi menulis dapat segera menerbitkan buku. Good luck.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Penyusunan Kalender Musim Dalam Rangka Penyusunan RPJMDes

Badan Hukum Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM)

Sifat Pria yang Wanita Perlu Tahu

Hosting Unlimited Indonesia