Mengenal Framework Laravel

Framework laravel merupakan framework berbasis PHP yang menyita banyak perhatian, baik para akademisi maupun praktisi. Hal ini karena framework Laravel relatif lebih mudah dipelajari dibandingkan dengan framework yang sudah ada sebelumnya. Framework ini diprediksi bakal menjadi primadona framework bagi programmer PHP. Framework ini menekankan kesederhanaan dan fleksibilitas pada desainnya.
framework laravel

Laravel dibuat oleh Taylor Otwell, dirilis dibawah lisensi MIT dengan kode sumber yang sudah disediakan oleh Github. Laravel dibangun dengan konsep MVC (Model Controller view) dan dilengkapi dengan command line tool yang bernama "Artisan" yang bisa digunakan untuk packaging bundle dan instalasi bundle melalui command prompt.



Adapun kelebihan framework Laravel adalah sebagai berikut:
  • Simple. Salah satu yang membuat Laravel begitu simple adalah karena adanya Eloquent ORM. Misalnya jika ingin mengambil semua data yang ada di table users, maka hanya membuat sebuah class model bernama user, kemudian tinggal memasukkan semua data dari table users.   $all_user = User::all();                         Dengan begitu, semua data dari table users akan dengan mudah diakses dengan melakukan looping terhadap variable $all_user.
  • Ekpresif / mudah dipahami. Ketika melihat suatu sintaks Laravel, progrmmer diharapkan langsung mengetahui kegunaan dari sintaks tersebut.
  • Accessible. Laravel dibuat dengan dokumentasi yang selengkap mungkin, termasuk setiap kali rilis versi terbarunya.
Fitur-fitur Laravel
  • Bundles. Yaitu sebuah fitur dengan sistem pengemasan modular dan berbagai bundle telah tersedia untuk digunakan dalam aplikasi.
  • Eloquent ORM. Merupakan penerapan PHP lanjutan dari pola "active record" menyediakan metode internal untuk mengatasi kendala hubungan antara objek database. Pembangunan query Laravel didukung Eloquent.
  • Application Logic. Adalah bagian dari aplikasi yang dikembangkan baik menggunakan Controllers maupun sebagai bagian dari deklarasi Route.
  • Reverse Routing. Mendefinisikan hubungan antara Link dan Route, sehingga jika suatu saat ada perubahan pada route secara otomatis akan tersambung dengan link yang relevan. Ketika Link yang dibuat dengan nama-nama dari Route yang ada, secara otomatis Laravel akan membuat URI yang sesuai.
  • Restful Controllers. Memberikan sebuah option untuk memisahkan logika dalam melayani HTTP GET dan permintaan POST.
  • Class Auto Loading. Menyediakan loading otomatis untuk class-class PHP tanpa membutuhkan pemeriksaan manual terhadap jalur masuknya.
  • View Composers. Merupakan kode unit logical yang dapat dijalankan ketika sebuah View di load.
  • Automatic pagination. Menyederhanakan tugas dari penerapan halaman, menggantikan penerapan manual dengan metode otomatis yang terintegrasi ke Laravel.
  • Migrations.Menyediakan sistem control untuk skema database, sehingga memungkinkan untuk menghubungkan perubahan dalam basis kode aplikasi dan keperluan yang dibutuhkan dalam merubah tata letak database, mempermudah dalam penempatan dan memperbarui aplikasi.
  • IoC Container. Memungkinkan objek baru yang dihasilkan dengan mengikuti prinsip control pembalik, dengan pilihan contoh dan referensi dari objek baru sebagai Singletons.
  • Unit Testing. Merupakan fitur yang mempunyai peran penting dalam framework Laravel. Unit testing ini mempunyai banyak tes untuk mendeteksi dan mencegah regresi. Dapat dijalankan melalui fitur "artisan command_line".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Badan Hukum Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM)

Mengunduh Video Dari Youtube

Panduan Penyusunan Kalender Musim Dalam Rangka Penyusunan RPJMDes

Hosting Unlimited Indonesia